Pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc, MA

Spread the love



Ceramah Pendek Harian‼️
Pengikut Ahlussunnah Wal Jama'ah Apa Itu As-Sunnah?
Berbicara tentang “As-Sunnah” secara bahasa dan istilah sangatlah penting. Di samping untuk mengetahui hakikatnya, juga untuk mengeluarkan mereka-mereka yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah, padahal bukan. Mendefinisikan “As-Sunnah” ditinjau dari beberapa sisi, yaitu menurut bahasa, syariat dan generasi pertama, ahli hadits, ulama ushul fikih, dan ahli fikih. Baca juga:
Mengagungkan Sunnah, Buah Nyata Akidah yang Benar As-Sunnah Menurut Bahasa
As-Sunnah secara bahasa adalah as-sirah (perjalanan), yang baik ataupun yang buruk. Khalid bin al-Hudzali berkata, “Jangan sekali-kali kamu gelisah karena sunnah yang kamu tempuh. Orang yang pertama ridha terhadap suatu sunnah adalah orang yang menjalaninya.” As-Sunnah dalam ucapan tersebut berarti “jalan”. As–Sunnah Menurut Syariat dan Generasi Pertama
Apabila terdapat kata sunnah dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atau dalam ucapan para sahabat dan tabiin, yang dimaksud adalah makna yang komprehensif dan umum (menyeluruh). Makna tersebut mencakup seluruh hukum, baik dalam hal keyakinan maupun amalan; bisa yang hukumnya wajib, sunnah, atau mubah. Baca juga:
Mengapa Harus Manhaj Salaf? Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Telah tetap bahwa apabila kata sunnah, terdapat dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang dimaksud bukanlah sunnah sebagai lawan dari wajib—apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa—pent.” (Fathul Bari 10/341) Ketika mensyarah hadits “fa’alaikum bisunnati” (wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku), Ibnu Ajlan berkata, “Artinya adalah jalan dan langkah yang aku tempuh, berupa segala hal yang telah aku jelaskan secara rinci kepada kalian, yakni hukum-hukum i’tiqad (keyakinan) dan amalan-amalan, baik yang wajib, sunnah, maupun selainnya.” (Dalilul Falihin 1/415) Saat Imam ash-Shan’ani mensyarah hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu anhu, beliau berkata, “Di dalam hadits tersebut disebutkan kata “ashabta as-sunnah” (kamu telah menepati sunnah), yaitu jalan yang sesuai dengan syariat.” (Subulus Salam 1/187), Jika kita meneliti berbagai nas yang menyebutkan kata As-Sunnah, akan menjadi jelas apa yang dimaksud dengan kata tersebut, yaitu “Jalan yang terpuji dan langkah yang diridhai, yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.” Berdasarkan penjelasan ini, jelaslah kekeliruan sebagian orang yang menisbahkan diri kepada ilmu, yang menafsirkan kata sunnah dengan istilah ulama fikih saja sehingga mereka terjebak dalam kesalahan yang fatal. 🎥 Youtube HD : 🌍 Web | mqhtv.com
.
🖥 Youtube : Klik subscribe youtube.com/c/mqhtv
🌐 Telegram : @mqhtv – t.me/mqhtv
📱 Instagram : Instagram.com/mqhtelevisi
💻 Facebook : facebook.com/mqhtv


Spread the love

admin

Next Post

INILAH PERPISAHAN DI ANTARA KITA | RE-RUN KAJIAN, Senin 8 Februari 2021

Mon Feb 8 , 2021
Spread the love Spread the love