Aktualisasi Akhlak Muslim: Meneladani Wara’ Rasulullah ﷺ l Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

Spread the love



Meneladani Wara’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Aktualisasi Akhlak Muslim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 29 Dzulqa’dah 1441 H / 20 Juli 2020 M. CERAMAH AGAMA ISLAM TENTANG MENELADANI WARA’ RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Pada kesempatan yang lalu kita telah membicarakan 6 bentuk wara‘. Berikut ini kita akan lanjutkan dengan kutipan dan nasihat dari Ibnul Qayyim dalam kitabnya Madarijus Salikin. Beliau di sini berbicara tentang wara’. Beliau mengatakan bahwa: Rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu akan mendorong hamba untuk bersikap wara’, hanya meminta dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak banyak berangan-angan.
Keimanan yang mendalam akan hari pertemuan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, hari dimana kita berhadapan dan berdiri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuahkan sikap zuhud terhadap dunia.
Ma’rifatullah (pengetahuan seorang hamba tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala) akan melahirkan rasa cinta, rasa takut dan rasa harap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Qanaah akan membuahkan sikap ridha.
Dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghidupkan hati seorang hamba.
Tawakal adalah rasa yang lahir dari iman seorang hamba terhadap takdir. Apabila seorang hamba senantiasa merenungi seluruh asma’ dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya itu akan membantunya untuk menjadi hamba yang zuhud.
Taubat, dzikrullah dan ridha akan membuahkan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan meningkatkan rasa syukur hamba kepada nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedudukan hamba akan menjadi terhormat dengan azam (tekad dan kesabaran) yang dia miliki.
Kemampuan berpikir akan membantu lahirnya azam untuk melakukan perkara-perkara yang bermanfaat.
Muraqabah (merasa diawasi Allah Subhanahu wa Ta’ala) akan mendorong seorang hamba untuk memperhatikan setiap langkahnya, tiap detik, tiap saat di muka bumi ini. Sehingga hidupnya menjadi berfaidah, bermanfaat dan tidak tersia-siakan begitu saja.
Hamba yang memiliki rasa malu, rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan senantiasa bertaubat, mengakui dan mengetahui kesalahannya, dia akan mampu untuk menghancurkan dan meredam hawa nafsu. Hingga hatinya akan terus hidup dan terhibur. Jika demikian, seorang hamba akan menyadari betapa naifnya dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia banyak meminta kepada Allah sementara dia jarang menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mau membersihkan hati, tidak mau menjaga lisan dari dosa. Simak pembahasan lengkapnya melalui: https://www.radiorodja.com/48761-meneladani-wara-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam/


Spread the love

admin

Next Post

[LIVE] Kitab Fiqih Asmaul Husna #02: "Meraih Kebahagiaan dengan Mengenal Allah" - Ustadz Afifi Abdul

Thu Aug 13 , 2020
Spread the love Spread the love